Posted by: urise | November 8, 2008

Pendapat Kakakku di National Taiwan University Science and Technology tentang Kepemimpinan

Dua minggu yang lalu, aku iseng-iseng YM an sama kakak aku yang sekarang lagi S2 di National Taiwan University Science and Technology. Sebenarnya aku YMan ma dia hampir tiap hari cuman yang ini khusus untuk sebuah tugas presentasi yang diberi sama Bu Siti, dosen mata kuliah Kewirausahaan di ITB. Tugas ini berhubungan dengan kepemimpinan.

Trus YM an kita berlanjut.

Ya mulai deh wawancara singkat tentang kepemimpinan dengan kakak aku. Pertanyaan pertama ya aku nanya tentang arti pemimpin menurut kakak aku. Dia jawab pemimpin yang ideal itu ya seperti Rasulullah SAW yang bisa menjadi contoh teladan. Trus aku nanya mengapa suka sama Rasulullah SAW sebagai pemimpin. Ternyata kakak aku suka sama prinsip beliau sebagai pemimpin. Sebagai contoh nih, jika waktu makan datang Rasulullah selalu makan paling belakangan diantara umat islam yang dipimpinnya, jika umatnya kelaparan Beliau yang paling pertama ngerasain lapar. Intinya pemimpin berarti harus dapat memberi contoh sebelum ngasih perintah.

Kemudian kakak aku menceritakan sebuah kisah tentang kepemimpinan. Gini nih ceritanya. Suatu hari seorang Raja sakit keras dan mempunyai putra mahkota yang akan dijadikan sebagai penggantinya. Namun sang Raja bingung bagaimana ya caranya agar anaknya dapat menjadi pemimpin yang baik. Akhirnya sang Raja meminta tolong brahmana untuk ngajar anaknya. Lalu Brahmana menyuruh putra mahkota tersebut pergi ke hutan selama 1 minggu. Setelah 1 minggu berjalan si putra mahkota ditanya sama brahmana tentang apa yang didapatnya selama seminggu di hutan, si putra menjawab dia mendengar suara-suara dari hutan lewat TELINGA, lalu kata brahmana kepada si putra mahkota ternyata masih ada yang kurang. Si putra akhirnya kembali ke hutan selama 1 minggu. Setelah kembali si putra ditanya kembali sama brahmana dengan pertanyaan yang sama. Si putra menjawab bahwa dia mendengar suara-suara dari hutan dengan menggunakan MATA, dan ternyata tetap masih ada yang kurang. Setelah seminggu kemudian kembali dari hutan lagi, si putra ditanya kembali sama brahmana dan akhirnya si putra mendengar suara-suara tersebut dengan menggunakan HATI. Akhirnya si brahmana berkata bahwa si putra mahkota tersebut pantas menjadi raja. Intinya jika kita ingin menjadi pemimpin, perasaan kita harus peka terhadap keluh kesah bawahan. Seringkali bawahan tidak terus terang mengungkapkan perasaannya karena malu atau takut, oleh karena itu pemimpin yang baik harus mengerti lewat HATI. Kata kakak aku keinginan bawahan itu dapat dilihat dari gerak geriknya.

Trus aku nanya tentang apa saja yang harus dimiliki seorang pemimpin itu. Ternyata seorang pemimpin itu harus memiliki :

– Pengetahuan agama yang jelas
– Punya banyak informasi > mengarahkan organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya ke depannya itu seperti apa
– Punya kharisma
– Perhatian dengan bawahan yang dipimpinnya
– Menjadi contoh teladan yang baik
– dll

Ketika aku tanya di Taiwan ngambil S2 jurusan apa, ternyata si dia ngambil jurusan automatic control. Kemudian aku tanya tentang perbedaan kepemimpinan antara dosen Indonesia dengan dosen Taiwan. Ternyata perbedaannya mencolok sekali. Yang jelas kalo dosen Taiwan itu :

– Ngajarnya tepat waktu > jika waktu kuliahnya 3 jam ya selesainya 3 jam, tidak ada kurang n malah lebih
– Memberi tugas tapi melihat mahasiswanya mampu atau tidak dan kadang-kadang nyuruh asisten supaya mahasiswanya dapat mengerti
– Sangat perhatian dengan mahasiswanya karena gaji dosen di Taiwan besar

Bedanya dengan di Indonesia, kebanyakan dosen itu tidak tepat waktu malah kadang jarang masuk. Karena gaji dosen di Indonesia dikit makanya banyak yang melakukan proyek dan akhirnya menelantarkan para mahasiswanya karena pengin dapat uang lebih sehingga menjadi jarang masuk. Sebagai misal di ITB, aku mengalami sendiri ada seorang oknum dosen yang suka menelantarkan mahasiswanya demi proyek. Anak-anak Elektro ITB pasti tahu siapa orangnya, yang ngajarnya enggak jelas n sok banget. Untung enggak semua dosen seperti itu. Banyak dosen khususnya Elektro ITB yang care sama mahasiswanya, enggak ngurusin duit semata.

Sapa aja ya dosen favorit aku?

Liat tulisanku berikutnya ya di blog tercintaku………


Responses

  1. OK Yur,

    moga2 kita dapat jadi pemimpin yang baek.

    Dan untuk dosen yang proyek, aku tetep ngehargai dia. Gua tahu nyari uang itu sesuatu yang gak bisa kita hindarkan buat hidup. Dia pasti juga mikirin nasib istri ama anaknya. Lebih baik begitu tho, memulai dari keluarga dulu, baru kalau keluarga beres, orang lain diperhatikan, dan itu pasti lebih ikhlas memperhatikannya.

    Lagian, mahasiswa itu sudah dari awal dideskripsikan sebagai orang yang belajar tanpa perlu dosen ataupun ada dosen, ya kan? Masih banyak yang perlu dipelajari soalnya. Hahahaha… Gua jadi sok wise gini.

    OK, belajar yang rajin~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: