Posted by: urise | December 5, 2008

Balada Naik Lift di IF

Seperti biasa, tugas Rekayasa Perangkat Lunak menunggu untuk dikerjakan. Kali ini merupakan tugas besar terakhir yaitu membuat analisis dan perancangan tentang object oriented dari desktop based SMS Gateway. Pada hari Kamis jam 1 siang kita berencana untuk asistensi dulu ke asisten tentang gimana sih cara ngerjainnya. Yang datang pertama kali ke lab RPL adalah orang-orang inti di kelompok kita. Ada oknum Y, oknum H, dan oknum W. Beberapa lama kemudian muncul orang ke-empat yaitu oknum A sambil senyum-senyum. Dua orang terakhir muncul paling paling belakang yaitu dengan oknum P dengan gaya khasnya yang sok dan oknum J dengan gaya ibarat model salah masuk ruangan he..he…(becanda lho, piss). Awalnya kita bikin use case diagram dan tetek bengeknya. Setelah ditanyain ke asisten e..ternyata use case yang kita buat malah mirip DFD (Data Flow Diagram)bahkan ada yang nyeletuk lho kok mirip ma silsilah keluarga aja. Setelah dijelasin panjang lebar ternyata kita nya kagak ngerti-ngerti, ya iya lah wong belum dikerjain ya pasti bingung lah.Apalagi oknum Y udah ngantuk banget jadi enggak konsen ama yang dijelasin asisten. Biasanya kita baru ngerti kalo abis ngerjain.


Nah setelah satu jam kita asistensi akhirnya cerita lucu itu dimulai.Kita keluar dari ruangan lab bareng-bareng. Rencananya kita mau naik lift bareng-bareng. Pas keluar ruangan kita ketemu ma oknum Je lagi asistensi sendirian ma asistennya, kasihan banget, trus yang lain pada kemana…tapi aku salut sendirian aja dia bisa sedangkan kita yang berenam juga bisa tapi terpaksa he..he..Nah kembali ke cerita lift, setelah lift kebuka kita buruan masuk. Akhirnya empat orang berhasil masuk yaitu oknum Y, J, W, dan A. Nah dua orang lagi tebak ngapain?


Yap mereka berebut untuk masuk. Semuanya tau kalo lift itu hanya muat untuk lima orang. So akhirnya oknum P dan oknum H salig tarik menarik agar bisa duluan masuk lift. Karena oknum H berada lebih dekat dengan lift maka dia berusaha masuk duluan tapi ditarik oleh oknum P. Sambil berebut si oknum H bilang Anjing…anjing..anjing. Mungkin karena kata si oknum H ini (merasa tersanjung atau malah tersinggung mungkin)oknum P akhirnya ngalah, dan oknum H berhasil masuk lift.Ketika terjadi tarik menarik itu ada bapak-bapak yang mau naik lift juga pun ikut tertawa terpingkal-pingkal dengan ulah dua anak kecil itu.Coba kalo bu Inge liat pasti udah di sepak-sepak dua oknum itu. Kemudian oknum P mencoba ikut naik tapi apalah daya bunyi kentut lift berbunyi nyaring, akhirnya si oknum P ngalah dan turun pake tangga. Pas nyampe ternyata bareng juga nyampenya kita berenam. Sambil menahan kesal (kayaknya sih)si oknum P hanya tersenyum kecut sedangkan kita berlima tersenyum puas…ha..ha…dasar eM Te.


Responses

  1. Eh! emang cuma oknum W, Y n H yang inti kelompok? kita semua kali…
    saking kesel ya oknum Y sama oknum P sampai2 dibilang sok.
    Trus klo oknum J jalannya kayak model, sirik lo?
    Bagus kan….
    bukannya jalannya model bagus…
    Berarti oknum J berbakat kan…
    apalagi dia gak ikut kursus modelling, otodidak doang. Keren banged kan?
    wkwkwk….

    Kita tunggu cerita2 selanjutnya…

  2. Pelampiasan ni ceritanya ….🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: