Posted by: urise | September 1, 2012

Asal Usul Keluarga Besar Eyang Semi Karsontono (Mbah Buyut Penulis)

Geliat sejarah dari keluarga Eyang Semi dan Eyang Karsontono diawali oleh pengembaraan seorang pemuda gagah perkasa bernama Ki Muntono alias Kamidjo yang berasal dari Desa Serut, Kec. Boyolangu, Kabupaten Ngrowo (pada tahun 1901 berganti nama menjadi Kab. Tulungagung).

Dari pengembaraan untuk mencari ilmu dan pengalaman sampailah beliau di Desa Ngrendeng, Kec. Gondang, Kab. Tulungagung. Disanalah beliau bertemu dengan Ki Ageng Kartomejo, seorang tetua kampung yang cukup disegani masyarakat. Ki Ageng Kartomejo memiliki banyak putra, antara lain :

1. Ki Dolradji (Bolorejo, Kec. Kauman)
2. Nyi Kiyem (Ngrendeng, Kec. Gondang)
3. Nyi Keti (Ngrendeng, Kec. Gondang)
4. Ki Wariomejo (Ngrendeng, Kec. Gondang)
5. Ki Sadiran (Ngrendeng, Kec. Gondang)
6. Ki Marto Suwondo (Ngrendeng, Kec. Gondang)

Setelah mengetahui perilaku Ki Muntono yang sangat baik, rajin bekerja, dan taat beribadah maka tertariklah Ki Ageng Kartomejo pada beliau sehingga beliau berkenan untuk menjodohkan salah satu putri tercintanya kepada Ki Muntono. Putri tersebut tidak lain adalah Nyi Keti. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai 4 orang anak yaitu :

1. Kaselan (beliau sudah meninggal, dan petilasannya sekarang ditempati salah satu cucunya di Ngrendeng)
2. Semi (beliau tak lain adalah eyang putri buyut saya yang berdomisili di Ngrendeng dan alhamdulillah beliau masih sehat walafiat sampai sekarang)
3. Kasim (beliau sudah meninggal dunia dan gugur sebagai salah satu pahlawan pada masa agresi militer Belanda. Saat itu beliau bertugas sebagai sekretaris desa alias Carik di Ngrendeng)
4. Saidi Darmo Suwito (Beliau juga sudah meninggal dunia dan petilasannya sekarang ditempati putri sulungnya yaitu ibu Suhartini di Gondosuli, Kec. Gondang)

Selain mempunyai 4 orang anak tersebut, Eyang Muntono mempunyai seorang anak angkat yakni Kusno (Mbah No / Satir), namun beliau sudah almarhum dan petilasannya sekarnag ditempati oelh putranya yaitu Bapak Sunari di Ngrendeng. Mbah Kusno sendiri sebenarnya adalah putra asli Eyang Dolradji.

Eyang Semi yang merupakan putri kedua dari Eyang Muntono dan Eyang Keti setelah dewasa dipersunting oleh seorang ksatria rupawan gagah perkasa dari Ngrendeng yang bernama Ki Darni alias Ki Karsontono (beliau adalah eyang buyut kakung saya). Eyang Karsontono adalah putra ke-4 dari 4 bersaudara dari Ki Lomito dan Nyi Katirah. Saudara-saudara Eyang Karsontono adalah

1. Ki Singo Rawi
2. Ki Janari
3. Nyi Sanah
4. Ki Karsontono (Eyang kakung buyut saya)

Namun sayangnya Ki Lomito tidak bisa menunggui putra-putrinya hingga dewasa, beliau lebih dulu dipanggil Allah SWT. Setelah Ki Lomito meninggal dunia, Nyi Katirah menikah kembali dengan Ki Ageng Karsontani dan kemudian bertempat tinggal di sebelah barat kantor polisi Gondang yang saat ini petilasan aslinya sudah tidak ada namun masih berada di wilayah tanah tersebut saat ini didirikan rumah Mbah Aminah yang merupakan istri kedua dari Ki Singo Rawi atau kakak dari Eyang Karsontono.

Setelah menikah, Eyang Karsontono dan Eyang Semi hidup rukun, damai, dan penuh kasih sayang. Dalam keseharian, beliau berdua giat bekerja dan taat beribadah. Eyang Karsontono sendiri selain sebagai petani, beliau juga bekerja sebagai Jaga Tirta (Mbah Bendung). Eyang Semi juga tidak mau ketinggalan, beliau tidak ingin berpangku tangan tanpa berbuat apa-apa. Eyang Semi bekerja sebagai pedagang candak kulak di pasar Gondang. Selain pekerjaan tersebut, beliau pernah mengalami masa kejayaan sebagai pengusaha Kopra (bahan dasar minyak goreng).

Sebagaimana dalam karirnya yang mengalami kesuksesan maka demikian pula yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Dari pernikahannya beliau dikaruniai anak 3 putra dan 4 putri yaitu

1. Ibu Miratoen (Eyang Putri saya)

Ibu Miratoen sebagai putri pertama dinikahkan dengan seorang ksatria dari dukuh Senden, Sepatan, Gondang yang bernama alm. Bapak M. Achmad Joeli (Eyang Kakung saya). Suami dari Mbah Miratoen ini juga pernah menjadi pegawai kecamatan dan menjadi kepala desa di Gondosuli, Gondang bersama dengan Mbah Miratoen sebagai pendampingnya. Dari pernikahan beliau berdua dikaruniai 8 orang anak, 8 orang menantu, 20 cucu, 7 cucu menantu dan 10 buyut sampai Agustus 2012 dan akan bertambah seiring berjalannya waktu.

2. Bapak Moeseni Karsowinoto

Beliau adalah putra kedua. Beliau menikah dengan seorang putri nan cantik rupawan dari kelurahan Kenayan, Kec. Tulungagung yang bernama Ibu Sugiasri. Dari pernikahannya mereka dikaruniai 3 ornag anak, 3 orang menantu dan 6 orang cucu sampai saat ini.

3. Ibu Supini (Mbah Kenik)

Ibu Supini ini merupakan anak ketiga. Beliau dinikahkan dengan seorang ksatria gagah perkasa dan rupawan dari Pagerwojo yang bernama alm. Bapak Tjiptadi. Dalam mengarungi bahtera rumah tangganya beliau berdua dikaruniai 6 orang anak, 7 menantu, dan 14 cucu.

4. Bapak Soehadi

Beliau adalah putra ke04. Beliau dinikahkan dengan seorang bunga desa bernama Sulihati dari Dukuh, Kec. Gondang. Dari hasil pernikahannya beliau dikaruniai 3 orang putra, 4 menantu dan 5 orang cucu.

5. Ibu Suyati

Beliau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Tatik adalah anak ke-5. Beliau dinikahkan dengan ksatria gagah perkasa dari Campurdarat yang bernama alm. Bapak Ahmad Said. Dalam mengarungi rumah tangganya, beliau dikaruniai 3 orang anak, 3 menantu, dan 6 cucu.

6. Ibu Suyatin

Beliau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Entin adalah putri ke-6. Beliau dinikahkan dengan seorang pria perkasa dari Mulyosari, Kec. Pagerwojo yang bernama alm. Bapak Sunarto. Beliau dikaruniai 3 orang putri cantik, 3 menantu, dan 4 cucu.

7. Bapak Suyoto

Bapak Suyoto merupakan putra ragil dari hasil cinta kasih Eyang Semi dan Eyang Karsontono. Beliau mempersunting seorang putri bunga desa yang cantik jelita bernama Yuliati dari Bungur, Kec. Karangrejo. Beliau dikaruniai 2 orang anak.

Pada tahun 1982, Eyang Kakung Karsontono telah dipanggil terlebih dahulu oleh Allah SWT. Sampai tanggal 26 Agustus 2012, perkembangan anak turun dari Eyang Semi dan Eyang Karsontono sudah mencapai 142 orang yang terdiri dari 7 anak, 7 menantu, 28 cucu, 28 cucu menantu, 55 buyut, 7 buyut menantu, dan 10 anak buyut.


Responses

  1. Wah… Baru ngeh saya silsilah keluarga mbah karsontono.. Nice post mas, pa kabar jg?

  2. Bagus… masih bisa menelusuri sejarah silsilah keluarga Sip

  3. pun tanglet sejarah ki singo rawi ? matursembahnuwun

  4. nyi kiyem buyutku kui


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: